Pages

Minggu, 16 Januari 2011

Cerpen Fantasi ^__^

MIMPI SEORANG RAJA

H
ari ini Raja terlihat senang. Ia seperti mendapatkan undian bernilai milyaran rupiah. Hal itu membuat Erik, sahabatnya merasa bingung. “Hai Raja, kamu ini kenapa? Senyum-senyum sendiri kayak orang gak waras. Habis menang lotre ya?” tanya Erik yang bingung dengan tingkah Raja. “Ah, kamu ini bisa saja. Ini lebih dari sekedar menang lotre. Sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya. Sekarang bukan namaku saja yang Raja, tapi aku akan menjadi Raja sungguhan”. kata Raja berlebihan. “Apa maksudmu?” tanya Erik yang semakin bingung.
 “Kemarin, aku chatting dengan orang kaya raya. Ia bilang, ia tinggal di perumahan Mediterania. Itu kan perumahan paling elit di kota ini” jelas Raja. “Ia juga bilang kalau namanya Putri. Mungkin ia seorang putri cantik dan anggun yang tinggal di sangkar emas. Ia Putri dan aku Raja. Mungkin jodoh kali ya?” kata Raja. “Tapi bagaimana kalau ia membohongimu?” tanya Erik. “Itu tidak mungkin. Ia menyuruhku untuk datang ke rumahnya nanti malam. Yang jelas, kamu doain aku saja. Nanti kalau aku sudah jadi orang kaya, aku akan membelikanmu mobil” kata Raja. Erik hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu.
***
Pukul 18.00 WIB , Raja keluar dari kamar mandinya. Ia memakai kemeja putih yang dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam. Rambutnya yang lurus itu diberi sedikit gel agar terlihat rapi dan disisirnya dengan rapi. Ia juga memakai parfum yang wangi baunya. Ia melihat jam dinding dikamarnya. Ternyata sudah pukul 18.35 WIB. Raja segera mengambil kunci motornya diatas meja sambil berlari keluar rumah. Dinyalakannya motornya yang butut itu. Dan ia melaju dengan cepat bersama motornya yang kira – kira sudah berumur 15 tahunnan itu.
Setelah menempuh perjalanan kira – kira 20 menit, Raja sudah sampai diPerumahan Mediterania yang elit itu. Raja keheranan melihat betapa indahnya perumahan itu. “Kok ada ya, rumah – rumah sebagus ini. Seperti yang ada ditelevisi” kata Raja heran. Maklum, Raja baru pertama kali datang ke perumahan itu. Ia hanyalah pemuda dari keluarga miskin dan ia cuma lulusan STM. Sekarang kerjanya juga  serabutan. Rumahnya juga berada di pinggiran kota.
Raja kesulitan menemukan alamat Putri. Ia harus menanyakan ke beberapa orang untuk menemukannya. Tak lama kemudian, Raja sampai pada ujung kompleks. Ia melihat rumah yang sangat besar dan mewah. “Ini rumah apa istana ya? Dari tadi aku keliling komplek, cuma rumah ini yang paling bagus” katanya. “Aku akan menjadi Raja sungguhan” batinnya. Raja dari kecil selalu ingin menjadi orang kaya. Ia memimpikan hidup diistana megah yang selalu dikelilingi oleh pelayan – pelayannya dan mendapatkan semua yang diinginkannya. Sewaktu kecil, Raja selalu bertanya kepada ibunya ”Kenapa hanya namaku saja yang Raja? Kenapa kehidupanku bukan seperti Raja ?”. Ibunya hanya menjawab, “Kalau kamu ingin seperti Raja sungguhan, belajarlah yang rajin. Agar kamu jadi orang sukses dan kaya seperti Raja. Ibu memberikanmu nama Raja agar hidupmu kelak seperti Raja. Dan Ibu hanya bisa mendoakanmu”. Itulah kata – kata dari almarhumah Ibunya yang selalu dikenang Raja. Raja hanya tinggal bersama Ayahnya yang pemabuk dan gemar berjudi. Selama ini, hidup Raja dan Ayahnya serba kekurangan. Ia berharap Putri akan menyelmatkannya dari kemiskinan.
Raja memakirkan motornya didepan gerbang dekat pohon besar. Ia tidak memarkirkan motornya dihalaman rumah Putri karena ia merasa malu dengan motornya yang sudah sangat ketinggalan jaman. Raja mulai memasuki halaman rumah Putri. “ Ini halaman rumah atau bandara sih, besar sekali” katanya. Raja melangkahkan kakinya menuju pintu masuk. Dan diketuklah pintu itu. Tiba – tiba seorang gadis cantik membukakan pintu.
Mata Raja terbelalak. “Apakah aku sedang bermimpi?” kata Raja setengah sadar. “Kamu ini kan Putri Titian. Kamu artis terkenal itu kan?” Tanya Raja. Raja tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. “Kamu sekarang tidak sedang bermimpi. Kamu benar, aku Putri Titian. Akulah yang chatting denganmu kemarin. Aku juga yang menyuruhmu untuk datang kesini” jelas Putri. “Jadi kamu ini benar – benar Putri Titian ya? Wah, aku tidak menyangka sekali kalau aku bisa melihatmu secara langsung dan berkenalan denganmu. Aku ini penggemar beratmu” kata Raja dengan wajah yang begitu senangnya. “Tapi, kenapa kamu memakai seragam pembantu?” tanya Raja heran. “Kamu kaget ya? Sekarang aku jadi pembantu dirumah besar ini” jawab Putri. “Apa? Lantas kenapa kamu menyuruhku datang kemari?” tanya Raja. “Iya, sekarang aku sudah bangkrut. Tidak ada tawaran syuting lagi untukku. Aku menyuruhmu datang kesini karena aku butuh seseorang untuk membantuku membersihkan rumah ini. Aku tidak terbiasa membersihkan rumah” Kata Putri dengan tenang. Seolah – olah ia tidak bersalah. “Apa? Kalau begitu aku salah orang. Permisi” Kata Raja kesal. “Hai, tunggu! Apakah kamu tidak ingin membantuku? Kalau kamu mau membantuku, kamu boleh minta foto denganku. Atau tanda tangan juga boleh” teriak Putri. Tapi tidak dihiraukan oleh Raja. Raja segera meninggalkan rumah itu. Ia sangat kecewa sekali.
“Kenapa sih, jadinya seperti ini? Padahal aku berharap bisa naik mobil mewah, dilayani banyak pelayan. Kenapa hidupku seperti ini?” sesal Raja sambil menghampiri motornya. Ia duduk dibawah pohon besar dimana ia  memakirkan motornya. Suasananya begitu hening. Tidak ada satupun orang yang lewat, karena ini sudah larut malam. “Kenapa ini harus terjadi padaku? Aku ingin sekali menjadi orang kaya. Aku bosan jadi orang miskin. Tolong berikanlah aku uang!” teriak Raja dengan keras. Tiba – tiba daun – daun yang ada dipohon itu rontok. Daun – daun berterbangan. “Apa ini?” kata Raja sambil menyigkirkan daun – daun yang jatuh di kepalanya. Ketika daun – daun itu jatuh ke tanah, daun – daun itu berubah menjadi uang. “Uang? Apa ini uang sungguhan? Apa aku bermimpi?”. Raja sangat senang. “Ha… Aku jadi orang kaya. Aku sekarang jadi Raja sungguhan” teriak Raja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar